Cinta Biasa

Assalaualaikum wr wb

Kali ini admin akan memberikan cerpen persembahan mahasiswa ATK. So, siapkan kopi, teh, atau apapun minumannya yang penting dalam bentuk siap minum ya… jangan mentahannya. Jangan lupa gorengan atau camilan buat menemani malam kalian membaca cerpen sepenggal kisah Cinta Biasa. Yuk mulai….

Memori…

benarkah hidup itu pilihan?” gumam seorang gadis yang sedang menatap langit yang dihiasi dengan bintang-bintang.

Gadis yang polos itu bernama Essy Klauna. Teman-temannya biasa memanggilnya Essy. Dia tinggal di sebuah apartemen mewah di kawasan Bukit Indah. Gadis berambut sebahu dan kulitnya yang putih langsat ditambah lagi lesung pipinya yang membuat dia sangat manis dan menawan.

TIIINNGG…TUUNGG.!!” suara bell pintu membuyarkan lamunannya. Ia segera bangkit dari tempat duduknya dan melihat kelayar komputer yang berada rapi di sudut ruang tamu dalam apartemennya.

oh, Dokter” Serunya pelan. Ia pun bergegas menuju pintu dan membukanya. Tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi bahagia melihat seorang pria muda nan tampan tengah berdiri didepan pintunya.

Dokter baru pulang?” tanyanya sambil menyunggingkan seulas senyum di bibir tipisnya.

Pria yang tampan itu hanya membalas dengan senyuman dan anggukan pertanda meng-iyakan pertanyaan yang di ajukan oleh Essy.

Pria itu adalah seorang dokter yang tinggal di sebelah kamarnya. Dia yang selalu setia menjaga dan merawat Essy jikalau Essy sakit. Sebenarnya dokter itu adalah dokter keluarga dari keluarga Essy. Pria itu bernama Sahrul tapi Essy lebih senang memanggilnya dengan sebutan Dokter.

gimana keadaanmu hari ini?” Tanya dokter itu pelan.

baik, Dok” Jawabnya pelan sambil berjalan masuk keruang tamu di ikuti oleh pria tampan itu.

besok kamu akan masuk sekolah barumu. Apa kamu siap?” Tanya pria itu lagi.

siap…!!” jawabnya bersemangat.

OK. Kalo begitu sampai ketemu besok” Kata pria itu seraya bangit dari tempat duduknya.

mmmn…

Pria itu langsung berlalu dari ruangan itu menuju kamarnya. Essy mengunci pintu kamarnya kembali dan langsung berktivitas di depan komputer dan beberapa laptop yang sudah terpajang rapi di tempat meja belajarnya.

Walaupun usianya masih terbilang kecil, dia sudah mampu menguasai setengah dari ilmu komputer. Sejak kecil ia selalu ingin seperti kakak laki-lakinya, pintar dalam bidang komputer. Selain itu ia juga ikut sebuah club yang juga di ikuti oleh kakaknya untungnya kakaknya sangat mendukung semua langkah yang diambilnya. Tapi sekarang dia terpisah jauh dari anggota keluarganya. Orang tuanya bulan kemarin berangkat ke Amerika karena tugas kantor. Sedangkan kakaknya juga bekerja diluar negeri di sebuah perusahaan robotic di Australia.

Namun kasih sayang dan rasa kebersamaan mereka sampai sekarang masih sama seperti saat mereka bersama di sebuah rumah, karena setiap hari mereka saling mengirim Email atau bertelepon tatap muka dengan aplikasi yang telah di buat sama kakaknya dan hanya untuk mereka berempat.

Dan sekarang ia juga sudah menciptakan aplikasi yang sama seperti milik kakaknya namun dengan ruang lingkup yang lebih luas yang dihubungkan dengan sebuah situsnya sendiri yang telah ia ciptakan itu.

Tapi situs itu tidak begitu terkenal karena ia tak pernah mau mempromosikannya. Bahkan kakaknya belum tahu soal itu.

Jam menunjukkan pukul 06.05. Gadis itu tengah bersiap-siap berangkat kesekolah barunya. Setelah 10 menit menunggu seoarang pria berpakaian rapi dengan jubah putihnya keluar dari kamarnya.

Pria itu sangat terpana melihat Essy dengan tatanan rambut yang diikat rapi sederhana tapi tetap terlihat elegan. Ini adalah pertama kalinya ia melihat Essy dengan rambut diikat, tak heran jika ia hampir tak percaya kalo gadis yang didepannya ini hanyalah pasiennya. Syahrul juga sering hampir terbawa perasaan saat melihat Essy sebagai seorang gadis. Bukan sebagai gadis kecil melainkan gadis yang ia cintai. Tapi karena beberapa hal, ia harus melawan perasaannya sendiri.

Dokter.” Kata Essy sambil memegang tangan syahrul. Membuat Syahrul terkejut. “apa dokter sakit?” Tanyanya Essy pelan.

Ti…tidak. Ayo berangkat.” Jawabnya meraih tangan Essy dan mengajaknya menuju lift karena kamar mereka berada di lantai lima apartemen itu.

Essy sangat bahagia bisa bersama orang yang benar-benar baik seperti dokter Syahrul. Dia merasa dirinya aman dan nggak akan pernah sakit lagi. “aku senang berada didekat dokter.” Batin Essy.

Essy turun dari mobil mewah itu dengan perasaan sangat bahagia.

kalo sudah pulang nanti telpon, biar dokter yang jemput.” Kata Syahrul menyungging senyum khas di bibir tipisnya.

mmmn.” Essy membalas senyum tak kalah manisnya. Lagi-lagi dokter Syahrul terbawa perasaannya sendiri.

Essy membalas tatapannya dengan tatapan heran. Padahal seharusnya dia tahu itu tatapan yang penuh perasaan kepada dirinya. “Dokter.” Panggilnya sambil menatap dokter itu penuh curiga.

Dokter menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya. “OK. Dokter pergi sekarang.

mmmn, hati-hati.” Jawab Essy kemudian sambil melambaikan tangannya kearah mobil yang baru ditumpanginya.

Hari ini dokter nggak seperti biasanya.” Gumamnya pelan. Ia pun langsung melangkah penuh semangat masuk kedalam sekolahnya dan menuju kelasnya. Ternyata teman-temannya sudah banyak yang datang. Mereka semua telah Essy kenal namanya pada saat MOS.

selamat pagi semua.” Katanya polos kepada mereka yang sedang asyik mengobrol satu sama lain.

pagii juggaaa.!!” Kata mereka membalas senyum Essy.

Ia pun mengambil tempat duduk paling depan. Seorang cowok masuk ke dalam ruangan itu dengan gaya sok coolnya membuat Essy merasa dia cowok terlebay yang pernah ia lihat. Sebenarnya cowok itu tampan tapi sayangnya Essy tak bisa melihatnya. Padahal cewek-cewek dalam ruangan itu sampai terpana melihat cowok itu.

hai.” Sapa cowok itu sambil mengambil tempat duduk tepa disebalah Essy.

mmmnn.” Jawab Essy tanpa ekspresi apa-apa.

Raut muka cowok itu berubah dalam sekejap mata, ia merasa heran sama gadis yang ada di sampingnya sekarang. “Dia sama sekali nggak terpengaruh sama gaya gue sekarang.” Katanya dalam hati. Ia terus menatap Essy penuh tanya.

Tak segan-segan Essy membalasnya dengan tatapan sinisnya. Tiba-tiba cowok itu langsung menyungging senyum kepada Essy. Essy hanya menggeleng-geleng melihat sikap anehnya.

oh ya, katanya kita akan banyak belajar secara online. Jadi kita untuk yang punya laptop harap dibawa kesekolah.” Kata cowok itu buka bicara.

oh ya?

iya. Mulai dari besok.

Bersambung…

Ikuti terus website himmatan untuk kelanjutannya ya….

Waasalamualaikum wr wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *